Tanda Akan Melahirkan

Menjadi ibu merupakan hal yang indah dan tentunya diimpikan semua wanita. Namun tentu saja, setiap datangnya kebahagiaan pasti akan melalui proses yang menyakitkan mulai dari merasakan mual-mual selama proses kehamilan, nyeri badan, terhambatnya aktivitas rutin, hingga berbagai komplikasi lain menuju proses melahirkan yang disebut-sebut memiliki tingkat kesakitan luar biasa.

Dibalik kesakitan luar biasa yang akan dirasakan setiap wanita dalam hidup ini nantinya akan menjadi momen paling membahagiakan dalam sejarah hidup wanita pula dan sebagaimana penuturan dalam berbagai kitab Tuhan seperti Al Qur’an, kesakitan saat melahirkan itulah yang membuat ibu istimewa dan karena itu pula surga berada di bawah telapak kaki ibu yang patut kita ingat terutama bagi kaum wanita.

Hal yang perlu diingat bahwasannya melahirkan bukanlah suatu proses ringan dan sederhana yang patutu diacuhkan dan disepelekan karena bisa jadi terjadi komplikasi lain yang berbahaya baik bagi ibu mau pun calon bayi apabila tanda akan melahirkan disepelekan terlebih melahirkan sendiri tanpa prosedur yang tepat dapat membahayakan nyawa keduanya.

Tanda akan melahirkan juga perlu dicatat bukan hanya dari segi keselamatan dan kesehatan, namun juga perlu adanya persiapan rohani, jasmani dan material bagi sang ibu dan keluarga untuk mengetahui gejala awal akan proses kelahiran dimana waktu normal ada di minggu ke 39 atau minggu ke 41.

Dengan begitu, tidak hanya ibu yang harus bersiap secara mental namun juga keluarga harus mendukung secara moral dan material dimana persiapan harus matang. Sebelum mengulas beberapa tanda menuju proses kelahiran, alangkah baiknya untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dilakukan baik anda dalam kandungan untuk dapat memprediksi dan menganalisis sendiri.

Gerak-gerik Janin Menuju Persalinan

  1. Organ tubuh yang terdapat dalam janin sudah mulai sempurna dengan terbentuknya jantung, hati yang berisis kotoran atau racun, ginjal dan paru-paru di usia kehamilan ke 36 minggu.
  2. Janin di dalam kandungan mulai membuat banyak pergerakan terkait juga fungsi paru-paru nya yang mulai berusaha menyerap oksigen dan persiapan menjelang keluar.
  3. Di usia kehamilan ke 37 minggu, janin telah mulai berusaha untuk membalik badan agar kepala lebih dulu keluar dari leher rahim untuk menghindari kemungkinan cacat. Seiring proses pembalikan, janin juga berangsung turun ke panggul ibu.
  4. Di usia kehamilan ini pula, lapisan pelindung yang terbuat dari vernix caseosa akan menipis dan menghilang dari dinding rahim dan akan tertelan oleh calon bayi secara otomatis yang nantinya akan menjadi kotoran pertama saat bayi keluar dari leher rahim dengan feses berwarna hitam.
  5. Di usia yang bertambah satu minggu, organ dalam bayi mulai menyusun jaringan lemak sebagai upaya perlindungan tubuh bayi ketikan sudah lahir nantinya. Di minggu ke 38 inilah, sang ibu akan mengalami kontraksi lebih dahsyat akibat pergerakan bayi yang mulai sangat aktif.
  6. Pada minggu ke 39, cairan lain pembungkus dan pelindung bayi bernama amnion yang awalnya bening akan berubah menjadi putih pekat seperti susu.
  7. Sementara di tahap atau minggu terakhir ke 40, organ bayi terutama pada kelenjar adrenal akan meproduksi hormone kortison guna menyempurnakan paru-paru dalam tubuh bayi agar siap menerima udara saat dilahirkan nanti. Pada saat ini pula rahim sang ibu mulai mengalami penyempitan dan leher rahim yang semakin melebar.

Setelah mengetahui keadaan calon bayi sebelum dilahirkan berdasarkan data dan riset scientific, anda kemudian perlu mengetahui tanda-tanda akan melahirkan agar terdapat persiapan yang lebih matang baik dari segi mental, fisik mau pun material. Berikut tanda-tandanya:

Beberapa Tanda Akan Melahirkan

1. Nyeri panggul dan tulang belakang

Apabila usia kehamilan anda sudah memasuki usia tua dan terdapat rasa nyeri pada bagian tulang belakang dan panggul artinya proses kelahiran tinggal menghitung hari. Jadi, anda tidak perlu khawatir akan adanya penyakit serius yang menyerang anda karena gejala seperti penyakit rematik ini sangat umum dirasakan bagi ibu hamil yang usia kehamilannya menginjak usia tua akibat pergerakan janin di dalam.

2. Pegal di selangkangan dan perut

Gejala yang satu ini juga sangat wajar, karena bayi keluar dari serviks, maka selangkangan yang mengapitnya pasti terasa pegal dan nyeri tak tertahankan akibat proses pembukaan dimana janin sudah dalam posisi menurun ke pelvis yang maka dari itu sang ibu akan merasakan adanya tekanan di kandung kemih yang berimplikasi pada pegal di sekitar selangkangan dan perut serta memicu rasa mulas secara menerus.

3. Kontraksi

Semakin mendekati proses kelahiran akan banyak terjadi kontraksi yang cukup menyakitkan mulai dari punggung lalu ke perut hingga ke selangkangan. Kontraksi biasa dianggap normal karena susunan otot di sekitar rahim yang disebut longitudinal involuntary yang awalnya memendek dan menebal lama kelamaan akan menipiskan serviks yang akhirnya proses pembukaan dimulai seiring dinding serviks menipis.

Kontraksi ini berguna untuk pembukaan yang dimulai dari lebar 1 hingga 4 cm sampai pada ukuran 5 jari atau pembukaan dikatakan sudah penuh dimana ibu hamil harus menahan kontrasksi setidaknya setiap 15 sampai 20 menit sekali hingga proses kelahiran tiba yang akan semakin sering lagi dengan kontraksi di setiap 5 sampai 10 menit sekali. Anda dapat mengurangi rasa nyerinya dengan menarik nafas pendek berulang.

4. Lendir dengan darah

Selain kontraksi, ibu hamil juga akan menjumpai kalurnya lendir seperti putih telur yang kental bercampur dengan darah yang berasal dari lendir pembungkus sang bayi yang terbuat dari cairan amniotic dan gumpalan mucus dari dinding rahim dimana hal tersebut merupakan hal yang normal dan anda hanya perlu menyiapkan fisik dan mental untuk persiapan melahirkan yang tinggal menghitung hari.

5. Air ketuban yang pecah

Air ketuban berasal dari gumpalan membrane yang memberi perlindungan pada bayi apabila terjadi benturan. Namun akibat seringnya kontradiksi yang disertai dengan tekanan dari calon bayi, gumpalan membrane itu pun pecah dan menjadi cairan yang disebut air ketuban melewati serviks dan tidak akan menimbulkan rasa sakit karena membrane tidak bersaraf.

Air ketuban ini dapat berguna sebagai pelumas saat bayi anda keluar dari leher rahim dan menekan dinding rahim yang akan melepaskan prostaglanding guna membantu anda mengejan. Setelah mengetahui tanda-tanda akan melahirkan di atas, anda juga diminta untuk tidak melakukan beberapa hal berikut:

Daftar yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika akan Melahirkan

  1. Beraktivitas berlebihan karena disamping rasanya yang sangat menyakitnya juga dapat berpengaruh buruk baik bagi ibu mau pun calon bayi akibat aktivitas yang juga menahan kontraksi.
  2. Putus asa dan menyerah akibat menanggung rasa kontraksi sebelum proses kelahiran.
  3. Tidak bisa menahan amarah yang umum terjadi akibat pelampiasan rasa sakit.

Menjadi ibu merupakan hal yang indah dan tentunya diimpikan semua wanita. Namun tentu saja, setiap datangnya kebahagiaan pasti akan melalui proses yang menyakitkan Dibalik kesakitan luar biasa yang akan dirasakan setiap wanita dalam hidup ini nantinya akan menjadi momen paling membahagiakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lain yang mungkin Anda suka
Cara Menghilangkan Koreng 1
Selengkapnya

Cara Menghilangkan Koreng

Koreng dan bekasnya merupakan salah satu masalah kulit yang harus segera diatasi, terlebih jika Anda adalah seseorang yang…
Manfaat Buah Plum 3
Selengkapnya

Manfaat Buah Plum

Tubuh ideal merupakan impian terbesar bagi semua wanita, bahkan mereka rela melakukan berbagai cara untuk memiliki tubuh yang…