Cara Daftar Nikah di KUA Beserta Persyaratannya

buku nikah

Beberapa hari terakhir, saya sibuk ngurusin urusan pernikahan saya yang akan berlangsung awal April 2019. Dan sudah barang tentu, hal wajib yang harus saya urus adalah daftar nikah di KUA (Kantor Urusan Agama).

Dan melalui artikel ini, saya akan coba berbagi beberapa hal yang mungkin bisa jadi referensi bagi teman-teman yang memiliki rencana menikah dalam waktu dekat. Pengalaman ini sendiri saya rangkum dari 3 pengalaman sekaligus.

Karena apa?

Karena kebetulan ada 2 orang teman saya yang juga akan melangsungkan pernikahan pertengahan Maret 2019 dan akhir Maret 2019 ini.

Oke, kita langsung saja yak ke inti tulisan.

Cara Daftar Nikah di KUA Beserta Persyaratannya

1. Mengurus berkas di Tingkat kelurahan (Calon Suami)

Pada dasarnya, setiap wilayah memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Untuk saya dan kedua teman saya, kita tidak perlu repot-repot datang ke kelurahan, cukup siapkan berkas kemudian datang ke rumah ke rumah salah satu perangkat desa. Udah terima beres.

Berkas-berkasnya sendiri antara lain:

  1. Foto copy KTP
  2. Foto copy ijazah
  3. Foto copy KK
  4. Foto copy Akta
  5. Pas foto (ukuran 2×3, ukuran 3×4 dan ukuran 4×6)

Untuk pas foto sendiri, background harus berwarna biru. Jadi berbeda dengan foto KTP yang warnanya bisa merah atau biru tergantung ganjil atau genapnya tahun kelahiran.

2. Meminta surat numpang nikah ke KUA (Calon Suami)

Saya dan satu orang temen saya, harus meminta surat numpang nikah di KUA. Hal ini dikarenakan masing-masing dari kami akan melangsungkan pernikahan di luar daerah (tempat calon istri). Sementara satu orang teman saya yang lain, tidak perlu mengurus ini karena calon istrinya tinggal 1 desa dengan dia.

Pada tahap ini, saya dan satu teman saya masih ongkang-ongkang kaki di rumah, karena yang mengurus adalah perangkat desa. Tapi mungkin di lain tempat, calon suami harus datang sendiri ke KUA.

3. Mengurus berkas di Tingkat kelurahan (Calon Istri)

Pada tahap ini, prosesnya juga dibantu oleh perangkat desa. Saya cukup membawa berkas-berkas yang sudah saya siapkan sebelumnya. Intinya terima beres.

Untuk berkas-berkasnya sendiri, hampir sama dengan calon suami yang telah disebutkan pada tahap ke-1.

Yang menjadi catatan saya pribadi adalah di KUA tempat calon istri saya tinggal, PAS foto wajib menggunakan jas dan peci, sementara kedua teman saya enggak. Selain itu, perbedaan lain juga terjadi pada salah satu teman saya, yakni KUA setempat meminta berkas foto copy buku nikah orang tua, sementara saya enggak. Jadi sebelum menginjak tahap ke-3 ini, pastikan tahap ke-1 sudah sesuai dengan permintaan KUA tempat akan dilangsungkan pernikahan.

4. Suntik TT dan Tes Urin

Selanjutnya, kita akan mendapatkan surat rujukan untuk suntik TT dan Tes Urin di Puskesmas terdekat (khusus untuk calon istri saja).

Satu hal yang menjadi perbedaan, calon istri saya dan calon istri teman saya (yang menikah beda kota) diwajibkan untuk suntik TT dan Tes Urin, sementara calon istri teman saya yang menikah dengan orang yang tinggal di satu desa, tidak wajib. Bahkan dia cukup mengurus tahap ke-1 dan selesai.

5. Mendaftar di KUA (Calon Istri)

Setelah selesai suntik dan mendapatkan surat keterangan dari Puskesmas, barulah berkas kita lengkap dan siap di daftarkan di KUA. Untuk biaya pendaftaran sendiri gratis, hanya perlu siapkan uang untuk mengganti materai 6000 sebanyak 1 lembar untuk menandatangani surat keterangan perjaka.

Selanjutnya kita akan menghadap kepala KUA, ngobrol-ngobrol seputar pernikahan dan tanda tangan beberapa berkas. Oh iya, untuk tahap ke-5 ini, yang diwajibkan datang adalah calon suami, calon istri dan wali nikah (orang tua calon istri).

Biaya Nikah di KUA

Untuk biaya nikah di KUA sendiri gratis tanpa dipungut biaya selama berlangsung di hari kerja (Senin-Jum’at). Namun karena saya dan calon istri akan melangsungkan pernikahan di hari minggu dan akad nikah bukan di kantor KUA, maka ada biaya sebesar Rp 600.000 untuk pajak negara. Biaya ini sendiri bisa di transfer langsung ke negara melalui POS atau transfer melalui BANK.

Catatan lainnya:

Saran saya, jangan mendaftar nikah pada hari Jum’at (pengalaman pribadi), karena waktunya terlalu mepet (KUA buka sampai jam 11 saja). Sementara sebelum mendaftar kita diwajibkan punya surat keterangan dari Puskesmas yang harus di dapatkan dengan susah payah (ngantri berjam-jam). Ini mungkin sekaligus bisa menjadi kritik buat pemerintah agar bisa membuat sistem yang hanya satu pintu saja. Ada dokter khusus di KUA mungkin 🙂

Kurang lebih seperti itu pengalaman saya pribadi dan juga pengalaman dari kedua orang teman saya, semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman yang akan melangsungkan pernikahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lain yang mungkin Anda suka
aplikasi perekam layar
Selengkapnya

Aplikasi Perekam Layar PC

Screen recorder atau perekam layar merupakan kebutuhan wajib bagi kamu yang suka mengunggah video di layanan berbagi video…
Penyanyi Muda Cantik di Indonesia 3
Selengkapnya

Penyanyi Muda Cantik di Indonesia

Di Indonesia akhir-akhir ini banyak bermunculan penyanyi muda berbakat. Dengan suara emas yang dimilikinya, penyanyi muda cantik ini…