Cara Budidaya Jamur Merang dengan Media Kardus

Please log in or register to like posts.
Ternak dan Budidaya
jamur merang

Jamur merang adalah salah satu bahan kuliner yang cukup populer di Indonesia. Anda pasti sering memakannya, terutama kalau makanan kesukaanmu mie ayam, karena jamur ini sering jadi salah satu bahan topping-nya. Nah, membudidayakan jamur ini juga bisa jadi ide bisnis yang cukup menguntungkan, lho. Apalagi karena jamur ini relatif mudah untuk dikembangkan, bahkan kalaupun sarana yang anda punya cuma kardus.

Jamur Merang dan Kardus

Kardus? Ya, asal tahu saja, jamur merang tumbuh di tempat yang memang banyak limbahnya, seperti ampas tanaman, serbuk gergaji, dan tempat-tempat lain. Tak heran bukan, kalau kardus pun bisa jadi tempat tumbuh jamur ini? Apalagi jamur merang bisa tahan hidup di suhu 30-38o C. Anda bisa menggunakan kardus bekas dari mie instan, kardus minuman, atau rokok.

Untuk membuatnya di rumah, inilah caranya:

  1. Pembuatan rumah jamur
  • Bangun kumbung atau rumah untuk jamur ini pakai kayu berukuran 46 meter persegi, dengan tinggi 3,5 meter. Untuk tempatnya, anda bisa meletakkannya di halaman rumah.
  • Lapisi kumbung pakai plastik yang tipis dan kering supaya tak ada bakteri tumbuh.
  1. Media tanam
  • Potong kardus yang sudah disiapkan sehingga jadi kecil-kecil, lalu rendam kardus di air.
  • Campur kardus tersebut dengan dedak dan kapur. Bekatul bisa jadi alternatif kalau anda tidak punya dedak. Jangan pakai pupuk kimia, ya.
  1. Polibag
  • Masukkan kardus yang sudah bercampur dedak dan kapur tersebut ke dalam polibag, lalu masukkan di kumbung.
  • Atur polibag di rak dengan dalam barisan sehingga jamur bisa tumbuh bebas.
  • Diamkan saja 5-10 hari sehingga media tanamnya bisa tercampur.
  1. Sterilisasi
  • Jangan lupa lakukan bersihkan kumbung supaya tak ada bakteri yang tumbuh.
  • Bersihkan lantai dan daerah sekitar kumbung dengan teratur supaya siap tanam.
  1. Penanaman
  • Sehari setelah selesai sterilisasi, taburkan bibit jamur merang di atas kardus yang sudah jadi media tanam tersebut.
  • Lakukan di sore hari supaya udara tak panas.
  1. Pengawasan
  • Awasi bibit jamur yang sudah anda sebar tersebut selama setidaknya 3 hari berikutnya.
  • Sirami secara teratur dan merata setiap 3 hari sekali, sampai saatnya panen.

Pemeliharaan dan Panen Jamur Merang

Meskipun sederhana, tetapi tugasmu belum selesai sampai di situ. Anda perlu memperhatikan hal ini supaya jamur yang anda pelihara tetap hidup dan panen bisa berhasil:

  • Jaga agar suhu berada di temperatur 32-35o C, dan kelembabannya 65%.
  • Anda bisa menggunakan cahaya lampu 60 watt.
  • Supaya misellium cepat tumbuh, tutup saja kumbung selama 3-4 hari. Jamur bakal bisa dipanen dalam waktu 8-12 hari.
  • Tetap atur supaya sinar matahari bisa masuk ke kumbung antara jam 07:00 sampai 11:00 selama 10 menit.
  • Di hari kelima pada tengah malam, Anda bisa menyemprotkan air beras dicampur biogan ke bibit jamur supaya hasil jamur makin bagus.
  • Jamur merang harus dipanen sebelum kuncupnya mekar dengan sempurna.
  • Kalau anda terlambat memanen dan kuncup sudah keburu mekar, maka harga jamur merang ini bakal jatuh. Peminat jamur yang mekar sedikit, sih.

Anda bisa terus memanen jamur merang ini setiap hari, bahkan sampai jamur umurnya mencapai satu bulan. Tetapi anda juga harus ingat kalau jamur ini nggak bisa terlalu lama disimpan. Kalau memang berniat menyimpan, maka anda bisa membungkusnya dengan daun pisang, atau dibungkus kain dan disimpan di lemari es dalam suhu 15o C.

Tinggalkan Balasan