Tali Sepatu Dua Warna? Ini 5 Gaya Mengikat Tali Sepatu yang Wajib Dicoba

Please log in or register to like posts.

Hanya karena letaknya di bawah, jangan kira sepatu adalah hal sepele untuk menunjang penampilan. Buktinya artis-artis sampe mengoleksi sepatu lebih dari satu lemari kan? Untuk cewek biasanya lebih banyak koleksi sepatu flat, wedges, atau heels. Tapi ada juga nih cewek yang seperti cowok, mengoleksi berbagai macam sneakers atau sepatu sport lainnya. Apapun jenis sepatunya, rata-rata sepatu cowok lebih stylish dengan model bertali. Tanpa lo sadari, sebenarnya gaya mengikat tali sepatu yang lo terapin juga menambah daya tarik sepatu loh!

Kalau sepatu lo terlalu monoton, misalnya all black. Lo bisa gabungin dua warna tali sepatu yang berbeda, misalnya biru muda dan kuning. Atau kalau sepatu lo lebih dominan berwarna kuning dan ada lace hitam sedikit, memakai tali sepatu berwarna hitam dan kuning juga menarik. Biar lebih menambah daya tariknya, lo wajib coba lima gaya mengikat tali sepatu yang direkomendasikan oleh Ian Fieggen untuk bicolor shoelace (tali sepatu dua warna). For your information, Ian Fieggen adalah sosok yang lebih dikenal sebagai “profesor tali sepatu” karena kecintaannya tentang gaya mengikat tali sepatu. Menurut Ian, ada lebih dari 2 MILYAR gaya mengikat tali sepatu yang mungkin dilakukan manusia. Gokil banget ya?

Lantas, apa saja sih gaya mengikat tali sepatu yang paling populer? Berikut 5 gaya mengikat tali sepatu yang wajib dicoba.

Half & Half Lacing

Kalau lo nggak bisa membeli tali sepatu dengan warna berbeda, bisa di cat atau di semir kok, nanti kita bahas di lain waktu ya. Teknik menerapkan gaya ini adalah menyatukan kedua tali sepatu dengan mengikatnya di bagian tengah, misalnya jadi setengah biru dan setengah hitam. Kemudian mulai dari bagian dalam, tarik keluar lubang di dua sisi, lalu masukkan dari bagian dalam, ulangi step tersebut hingga semua lubang terisi tali, dan ikat simpul di atasnya. Gaya mengikat tali sepatu seperti ini nggak memberikan pressure point di kaki lo, jadi cukup nyaman untuk dipakai jalan lama-lama. Tapi resikonya, lo perlu mengetatkannya secara berulang-ulang kalau lo lebih suka yang ketat, karena dia akan mengendur seiring pergerakan lo.

Straight Bar Lacing

Lo harus mengikat dulu dua talinya dijadikan satu. Mulailah di bagian dalam dengan ujung yang muncul melalui lubang kiri bawah dan lubang tinggi berikutnya. Nah, kedua ujungnya ini harus lurus melintasi bagian luar dan masuk melalui lubang tali yang berdekatan, lalu terus lurus lurus ke atas, masing-masing melompat satu lobang dan membuka dua lubang tali yang lebih tinggi. Kalau sulit, lo bisa ikutin tutorial di gambar ini dan lihat deh hasilnya. Keren kan?

Double Lacing

Teknik ini dilakukan dengan memasukkan satu tali dengan warna A ke lubang yang genap, dan satu tali lagi dengan warna B ke lubang yang ganjil seperti di gambar sepatu yang berwarna putih ini. Misalnya tali kuning di lubang ke dua, disilangkan ke lubang keempat, dan disilangkan lagi ke lubang keenam, sementara tali hitam disilangkan ke lubang pertama, lubang ketiga, kelima, dan seterusnya. Lo juga bisa bikin variasi lain dengan jarak yang lebih jauh atau dekat seperti di gambar sepatu Nike hitam berikut ini. Biar lebih jelas, lihat teknik mengikatnya di gambar ini.

Checkerboard Lacing

Disebut dengan Checkerboard Lacing karena emang terlihat seperti papan checker. Kalau lo buru-buru mau pergi dan tali sepatu lo belum diikat, mendin gjangan coba gaya ini deh. Menurut orang-orang yang udah pernah membuatnya, dibutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk mengikat tali di kedua sepatu. Semakin banyak lapisan yang lo buat, akan semakin lama. Lo bisa lihat teknik mengikatnya dan contohnya yang sudah jadi di gambar berikut ini. Gaya ini bisa diterapkan kalau lo pengen jadi pusat perhatian secara halus, stylish tapi nggak terlalu nyentrik banget dibandingkan gaya-gaya lainnya.

Angled Checker Lacing

Yang ini sih memang mirip nama dan bentuknya seperti gaya mengikat yang sebelumnya, tapi kalau yang di atas sebelumnya terlihat seperti papan petak, yang ini terlihat seperti melayang di tengah-tengah sepatu. Untuk lebih gampang, disarankan menerapkan gaya ini di sepatu dengan jumlah lubang 6 di kiri dan 6 di kanan.

Tinggalkan Balasan