Mencegah Kebocoran Pipa Gas

Cara Mencegah Kebocoran Pipa Gas

Cara Mencegah Kebocoran Pipa Gas – Pipa gas sepanjang ratusan bahkan ribuan kilometer terbentang di bumi kita ini, pipa – pipa tersebut terbentang mulai dari kutub ke khatulistiwa dan ke daerah bawah laut jauh dari daratan.

Dengan kebutuhan bahan bakar yang tidak dapat dihindari membuat perusahaan energi banyak mengeksplorasi wilayah – wilayah baru di bumi. Eksplorasi ini bertujuan untuk menciptakan kebutuhan lebih banyak sistem pipa guna mendapatkan bahan bakar hidrokarbon dari reservoir ke kilang kepada konsumen.

Hal ini menimbulkan tantangan bagi perusahaan minyak dan gas untuk mengekstraksi dan mengangkut sejumlah besar bahan bakar melalui pipa namun tetap ramah lingkungan. Kaitannya dengan lingkungan maka infrastruktur pipa harus dipantau secara rutin, pemantauan yang buruk dapat menaikkan biaya dan meningkatkan risiko kerusakan habitat alami dan membahayakan masyarakat di sekitarnya bila terjadi kebocoran.

Karenanya agar kegiatan tersebut dapat dilakukan tetap aman dan menguntungkan maka proses pendeteksian harus dilakukan, disini diperlukan standar dan inovasi terbaru untuk meminimalkan bahaya kebocoran pipa minyak dan gas.

Dengan diperkenalkannya computational pipeline monitoring (CPM) sebagai solusi untuk pendeteksian kebocoran pipa gas akan menawarkan operator kemampuan untuk mengidentifikasi kebocoran dan potensi kebocoran dengan lebih cepat dengan tingkat keakurasian yang tinggi.

Sistem CPM membantu meningkatkan pengendali data lapangan real-time untuk memperkirakan perilaku hidrolik dari produk yang diangkut. Selain itu sistem ini juga berguna untuk mendeteksi anomali operasional, yang mungkin menandakan keberadaan kebocoran pipa.

Sistem CPM menyediakan peringatan mengenai kebocoran pipa yang ada dan dapat membantu memprediksi potensi kebocoran yang mungkin terjadi. Namun, cara sistem CPM mendeteksi kebocoran pipa dapat bervariasi, sebelum memilih sistem CPM maka operator pipa harus mengevaluasi karakteristik unik jalur pipa, tujuan bisnis, faktor risiko dan masalah keamanan khusus seperti kedekatan dengan lingkungan yang sensitif atau perkotaan.

Faktor yang lebih spesifik untuk dipertimbangkan juga termasuk :

  • Waktu respon yang dibutuhkan
  • Ketahanan / ketersediaan tinggi
  • Pelatihan personil dan persyaratan kualifikasi
  • Biaya awal / biaya tuning / biaya pemeliharaan
  • Kemampuan mendeteksi kebocoran yang sudah ada
  • Tingkat peringatan palsu dan peringatan yang meleset
  • Dampak dari akurasi instrumen dan ketepatan konfigurasi
  • Kepekaan terhadap kondisi aliran pipa seperti transien, shut-in, start dan stop
  • Estimasi lokasi kebocoran dan estimasi akurasi dan presisi pelepasan volume

Sedangkan untuk lingkungan pabrik itu sendiri, pendeteksian kebocoran dapat dilakukan menggunakan bantuan alat ultrasonic flaw detector. Alat tersebut dapat mengetahui cacat pada logam seperti pipa gas berupa retakan yang dapat menimbulkan bahaya kebocoran bila dibiarkan dalam waktu lama.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan