Cara Membuat Dak Beton

Cara Membuat Dak Beton

Cara Membuat Dak Beton – Dak beton atau pelat lantai merupakan bagian bangunan yang digunakan untuk memperluas lantai bangunan. Pembuatan dak dapat dilakukan dengan metode atau cara konvesional atau menggunakan cor beton dan metode pabrikasi, akan tetapi bagaimana tahapannya?

Sebelum Anda memulai men-dak sebelumnya Anda harus tahu luas lantai yang akan di-dak. Biasanya bila luasnya lebih dari 3 meter x 3 meter maka pembuatan dak beton akan menggunakan balok anak dengan ketebalan cor minimalnya adalah 12 sentimeter yang dapat Anda ukur menggunakan thickness meter / pengukur ketebalan khusus untuk beton. Namun untuk membuat dak beton maka Anda harus memperhatikan proses sebagai berikut :

1. Komposisi beton

Apabila luas lantai sudah diketahui maka Anda juga harus mengetahui komposisi dak beton. Pemakaian beton sendiri dimaksudkan untuk pekerjaan struktural dan nonstruktural sebagai contohnya adalah beton mutu B0, volume pasir, kerikil atau batu pecahannya jangan sampai melampaui takaran 8 : 1.

Sedangkan pada bagian strukturalnya umumnya menggunakan beton mutu B1 dan K125. Beton ini dibuat dengan campuran semen, pasir dan split dengan perbandingan 1 : 2 : 3. Sebagai contoh bila pasir yang digunakan adalah 100 kilogram maka splitnya butuh 150 kilogram sedangkan semennya 50 kilogram. Untuk lebih menambah mutunya biasanya zat pengeras beton akan ditambahkan ke dalam campuran.

Air yang digunakan dalam campuran biasanya sekitar 10 – 20% tergantung dari berat semen yang digunakan karena bila air yang digunakan dalam campuran terlalu berlebihan maka dapat menyebabkan retak – retak di dalam beton setelah kering.

Pori – pori pada beton akan terbentuk karena air tidak ikut bereaksi dan menguap dan akan mempengaruhi kekuatan beton yang dihasilkan. Hal inilah yang membuat pengecoran saat musim hujan sebaiknya tidak dilakukan kecuali bagian yang dicor terlindung dari air.

2. Pengadukan

Saat semua bahan dasar beton tersebut siap maka selanjutnya Anda harus melakukan proses pencampuran. Proses pencampuran ini dilakukan hingga campuran bersifat homogen dengan ciri warnanya merata, tidak terlalu cair atau kental, serta tidak muncul segregasi atau butir – butir terpisah. Ini merupakan hal penting karena pengadukan akan berpengaruh terhadap beton yang dihasilkan nantinya.

Proses pengadukan ini dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan mesin, sedangkan proses pengecoran dilakukan dalam waktu satu hari. Biasanya pekerjaan ini akan membutuhkan tukang tambahan agar pekerjaan ini selesai dalam waktu satu hari. Standarnya adalah setiap 0,5 meter kubik membutuhkan satu pekerja, untuk lebih mengefisienkan pekerjaan juga dapat dikombinasikan menggunakan mesin.

3. Pengecoran

Sebelum proses pengecoran dilakukan maka sebelumnya harus dilakukan proses bekisting atau pembesian yang dilakukan pada elemen struktur seperti kolom, balok, pelat saling mengikat sehingga menjadi kesatuan rangkaian. Agar beton yang dihasilkan memiliki kekuatan yang maksimal maka pengecoran sebaiknya dilakukan bersamaan dalam waktu yang cepat.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan