apa itu hosting

Apa itu Hosting? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Diambil dari data tahun 2017 Indonesia masih dalam taraf yang rendah dalam hal teknologi, dengan hasil survey yang dilakukan hanya ada 10% orang Indonesia yang paham akan teknologi dan jika dihitung dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta maka hanya ada sekitar 10 juta orang yang paham teknologi. Salah satu langkah awal untuk dapat memahami teknologi adalah dengan mempejalari apa itu hosting? Beserta dengan jenis-jenisnya agar bias menjalankan website dengan mudah.

Hosting adalah sebuah tempat berupa layanan server dimana pengguna dapat menyimpan segala bentuk data juga informasi agar nantinya akan mudah untuk diakses dan dijalankan, contohnya saat seseorang mengupload gambar atau status ke media social tertentu maka setelahnya akan tersimpan di hosting. Selanjutnya, akan lebih mudah lagi bagi para pengguna hosting bila mempunyai nama domain, karena antara keduanya akan saling terkait fungsinya sehingga akses akan lebih mudah.

Beberapa Jenis Hosting atau Web Hosting

Dalam penggunaan hosting tentu setiap pengguna memiliki kepentingan yang berbeda, dan untuk itu hosting ini memiliki beberapa jenis pilihan yang dapat menyesuaikan dengan kepentingan pengguna.

  1. Free Hosting

Di dalam memahami apa itu hosting? Pengguna dapat memulainya dari pembagian layanan hosting yang ada dua jenis penggunaan yaitu yang hosting gratis dan juga hosting berbayar. Free hosting ini disediakan oleh layanan hosting untuk para pengguna yang ingin mengakses dengan mudah dan membuat blog atau website secara gratis. Pada setiap layanan yang gratis tentu akan ada beberapa fitur yang tidak bisa diakses dan hal ini merupakan kelemahan dari hosting gratis, adapun untuk bias menemukan free hosting ini pengguna bias mengakses di wordpress.com, blogger.com, dan lainnya.

Saat pengguna layanan hosting gratis membuat sebuah blog selanjutnya nama domain yang akan didapat yaitu “nama domain anda”. WordPress.com atau “nama domain anda”.blogspot .com, berbeda dengan hosting berbayar yang bias meniadakan tambahan nama belakang seperti wordpresss.com dan lainnya.

  1. Shared Hosting

Jenis hosting yang kedua ini termasuk dalam jenis hosting yang berbayar, dan hampir sebagian besar blogger yang professional baik di Indonesia maupun dunia menggunakan hosting yang jenisini. Untuk bias menggunakan shared hosting ini pengguna diminta membayar dengan tarif yang beragam, yaitu sekitaran Rp 200.000 sampai Rp 300.000 untuk pertahunnya dengan space 1,5 GB serta bandwith unlimited. Ada keharusan bagi para pengguna yang sudah memiliki banyak pengunjung di blog atau websitenya maka harus melakukan upgrade dan disarankan untuk upgrade ke VPS hosting.

  1. VPS Hosting

Melanjutkan penjelasan dari jenis hosting yang kedua tadi, bahwa ketika blog sudah terlalu banyak pengunjung dan membuat layanan hosting menjadi bermasalah pengguna disarankan untuk mengupgrade hosting ke VPS. Dalam jenis VPS hosting ini telah menggunakan teknologi virtualisasi, yang akan membuat pengguna merasakan kebebasan akses tanpa ada gangguan dari perangkat lain.

Jadi dengan VPS hosting ini pengguna akan memiliki satu perangkat sendiri dan tidak lagi membagi akses dengan pengguna lainnya, sehingga dalam satu perangkat nanti hanya akan berfungsi untuk menyimpan data-data website pengguna seorang saja. Adapun VPS ini merupakan singkatan dari Virtual Private Server, yang artinya kinerja server ini tidak untuk dibagi-bagi hanya untuk perseorangan. Dengan harga yang lebih mahal dibanding hosting biasa, memang sangat sebanding dengan kualitas yang ada pada VPS hosting dan tidak diragukan lagi.

  1. Cloud Based Web Hosting

Dilihat dari arti namanya sudah jelas sekali bahwa hosting jenis ini menggunakan prinsip seperti awan yang ada di langit. Dengan prinsip itu cloud based web hosting ini bekerja dengan cara mengacu pada banyak server yang bahkan sampai ribuan server, lalu dari kumpulan server tersebut akan bekerjasama untuk mengelola data yang ada dalam website parapengguna. Keuntungan dari cloud based web hosting ini yaitu ketika pengguna website atau blog sedang memiliki banyak pengunjung server tidakakan down dan masih bisa diakses oleh pengunjung.

Pemahaman mengenai jenis hosting ini dan yang sebelumnya bisa diibaratkan seperti tempat tinggal, saat pengguna memilih shared hosting maka akan seperti tinggal di apartemen yang sangat ramai, memilih VPS hosting seperti di apartemen dengan hanya satu orang penghuni, sedangkan cloud based web hosting pengguna akan merasa tinggal di apartemen bintang lima.

  1. Reseller Web Hosting

Jenis hosting yang kelima ini layanannya masih jarang ditemui di Indonesia, mengenai reseller web hosting lebih jelasnya adalah sebuah hosting yang bisa pengguna hosting jual dengan orang lain. Untuk system kerjanya dilengkapi dengan control teknis yang lebih besar salah satunya melalui panel control web host manager yang akan memudahkan pengguna dalam menagih bayaran klien. Fitur yang ada dalam reseller web hosting adalah template website yang gratis dan bisa menggunakan nama server sesuai dengan keinginan sendiri.

  1. Dedicated Web Hosting

Jenis hosting dengan kualitas yang sangat baik karena pengguna yang menyewa dedicated web hosting akan di ibaratkan seperti menyewa satu server fisik perusahaan dalam penyedia layanan hosting. Dengan menggunakan hosting ini pengguna tidak khawatir lagi akan adanya pemilik website lain yang ingin mengambil sumberdaya seperti saat pengguna menggunakan layanan shared hosting. Dalam penggunaannnya dedicated web hosting ini lebih cocok untuk website besar yang sudah memiliki pengunjung yang luar biasa banyaknya, karena jika pengguna menggunakan shared hosting maka server akan mudah down dengan kunjungan yang luar biasa banyaknya tersebut.

  1. Managed Web Hosting

Jenis hosting yang ketujuh ini sengaja dibuat khusus untuk platform yang sama, lebih jelasnya jika seorang pengguna memiliki blog di wordpress.com maka selanjutnya aka nada tawaran untuk mengupgrade blog yang dimiliki pengguna lalu menyewa hosting pada menu dashboard. Kesimpulannya yang menyediakan layanan hosting adalah dari pihak wordpress itu sendiri, yang sangat berbeda dengan wordpress.org yang mengharuskan pengguna menyewa hosting sendiri terlebih dahulu.

  1. Colocation Web Hosting

Berbeda dengan yang sebelumnya, jenis hosting yang kali ini merupakan jenis hosting yang pada intinya pelanggan diharuskan untuk mengelola server itu sendiri. Salah satu contohnya adalah ISP atau internet service provider yang bekerja mengelola server sendiri seperti memberikan arus listrik. Colocation Web Hosting ini sangat sulit untuk dimiliki karena syaratnya yang cukup berat diantaranya yaitu calon pemilik harus memiliki gedung dengan spesifikasi yang cukup memadai, ada sistem pendingin, dan pasokan listrik yang cadangan agar menjaga server supaya tidak mati.

Demikian informasi mengenai apa itu hosting. Dengan disertai penjelasan yang luas terkait jenis-jenis hosting yang pada era sekarang ini ada 8 jenis hosting. Untuk lebih memahami lagi diharapkan bagi pembaca untuk mencari informasi mengenai tips memilih hosting yang sesuai kebutuhan serta jika ingin membeli hosting coba gunakan kode promo agar mendapat potongan harga seperti kode promo Niagahoster.

Sumber: Promohosting.id


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan