Cara Menetralkan pH Tubuh

Cara Menetralkan pH Tubuh

Cara Menetralkan pH Tubuh – Banyak orang yang sering mengalami masalah kesehatan yang sulit dijelaskan yang tidak berhubungan dengan ukuran tubuh, level olahraga maupun umur. Masalah kesehatan tersebut sering kali menimbulkan gejala seperti rasa mulas, retensi cairan, konstipasi, nyeri sendi, sakit kepala,dan lelah tanpa memahami sebenarnya apa yang terjadi.

Ada beberapa penelitian yang menghasilkan bahwa kondisi asam tubuh dapat menyebabkan nyeri sendi dan penurunan kesehatan tulang karena mineral yang memberi sifat alkali dilepaskan dari tulang. Hal ini membuat tubuh kita berusaha untuk memperbaiki komposisi darah.

Dari beberapa gejala masalah kesehatan tersebut ada yang dapat segera diketahui, namun ada beberapa contoh diantaranya yang langsung dikaitkan dengan keseimbangan asam dan alkalin dalam tubuh. Ketidakseimbangan asam dan alkali tersebut dikaitkan dengan darah. Oleh karena itu penting juga bagi kita untuk menjaga tingkat keasaman dan alkali tubuh.

Dalam hal kesehatan fisik, kondisi keasaman dan alkalin dapat dilakukan dengan mengukur konsentrasi ion hidrogen (pH) di dalam darah. Berbagai minuman yang biasa kita minum seperti kopi, teh, anggur dan soda juga berpengaruh terhadap tingkat keasaman dan alkali tubuh.

Kondisi pH pada suatu zat dikatakan asam apabila nilai pH-nya berada di bawah 7, bila diatas 7 maka disebut dengan alkali atau basa. Pada kondisi normal tubuh manusia secara umum memiliki pH 7,4 sehingga cenderung bersifat alkalin kecuali pada bagian tubuh seperti lambung yang bersifat asam karena asam lambung. Kadar pH pada suatu zat sendiri dapat diukur menggunakan kertas lakmus atau pH meter.

Makanan yang Anda konsumsi juga dapat diklasifikasikan sebagai makanan yang mengandung asam atau alkalin yang semuanya tergantung dari bagaimana tubuh kita mencernanya. Ada beberapa makanan yang sebelum dicerna bersifat asam seperti apel, jeruk, lemon, stroberi dan nanas, faktanya dapat meningkatkan tingkat alkalin darah dan dapat membantu menyeimbangkan proses diet.

Meskipun makanan tersebut memiliki turunan asam, namun setelah melalui proses pencernaan akan melepaskan mineral yang ‘menghasilkan’ ion hidrogen berlebih dan membuatnya efektif sebagai agen alkalin.

Makanan Apa yang Perlu Dihindari?

Beberapa orang melakukan diet yang kaya akan tepung putih, sedangkan yang lainnya produk biji-bijian lain, seperti makaroni, rice cakes, daging, produk turunan susu, telur, kopi, dan alkohol. Selama ini, semua jenis makanan dan minuman tersebut selalu dikait-kaitkan sebagai ‘perusak’ rencana diet. Namun beberapa diantaranya sangat bermanfaat untuk produksi energi dan meningkatkan kesehatan tubuh sehingga perlu dikonsumsi dalam jumlah standar dan seimbang dengan mengonsumsi makanan alkalin.

Makanan Alkalin Terbaik yang Dapat Dikonsumsi

Menetralkan pH tubuh dengan makanan dapat Anda lakukan dengan mengonsumsi makanan sehat. Sayuran hijau, seperti brokoli, mentimun, kale, bayam, buncis, dan taoge sangat bermanfaat mengubah kimia tubuh untuk kembali pada kondisi seimbang. Sedangkan bahan makanan lain seperti bawang, jamur, kubis, dan beet juga baik untuk dikonsumsi. Menetralkan pH tubuh juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan, yang beberapa diantaranya bersifat alkalin, seperti anggur, cheri, kelapa, pisang, blackberry, dan semangka. Sedangkan untuk kacang-kacangan, Anda dapat memilih almond dan chestnuts.

Minuman Alkalin Terbaik

Anda juga bisa tetap terhindrasi dengan minuman alkalin, seperti air kelapa, wheatgrass juice, jus sayuran, dan berbagai macam air alkalin. Air alkalin sendiri kaya akan senyawa-senyawa alkalin, seperti potassium, kalsium, magnesium, silika, dan bikarbonat. Mengonsumsinya secara teratur dapat menetralkan pH tubuh dan membuatnya terhidrasi.

Menetralkan pH tubuh secara alami dapat dilakukan dengan menyeimbangkan level asam dan alkalin. Anda tidak perlu mengonsumsi obat-obatan mahal untuk mendapatkan manfaatnya. Dengan mengonsumsinya secara teratur, tubuh pun memiliki kemampuan melakukan detoksifikasi secara alami sehingga racun-racun dalam tubuh dapat dikeluarkan.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan