Informasi Terbaru Mengenai Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia

Indonesia merupakan negara maritim dengan jumlah kekayaan alam yang sangat melimpah. Maka tak heran jika tiap tahunnya, investor asing selalu tertarik untuk menanamkan saham di negara ini.

Meski untuk saat ini di sejumlah negara Eropa sedang mengalami krisis berkepanjangan, namun hal ini tidak membuat Indonesia terpuruk. Indonesia masih dianggap sebagai negara yang aman untuk menanamkan modal. Hal ini diperkuat dengan semakin banyaknya investor asing khususnya dari negara Asia Tenggara.

Bentuk kerja sama dengan berbagai pihak, telah memberikan dampak yang positif bagi perkembangan perekonomian negara.

Dalam perkembangannya, industri manufaktur merupakan sektor yang mendominasi dan berkontribusi untuk menambah pendapatan negara. Dari tahun 1980 hingga 1992, tercatat Indonesia pernah menjadi sebuah negara semi-industri. Kontribusi ekspor pada tahun itu telah membawa Indonesia menjadi negara ladang ekspor cukup besar.

Informasi Terbaru Mengenai Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia

Namun sayangnya ketika menginjak tahun 1993 Indonesia mengalami keterpurukan dan penurunan komoditas ekspornya.

Hal ini dipengaruhi karena perkembangan industri manufaktur di indonesia saat ini melambatnya pada sektor industri manufaktur hingga 74,8 persen tiap tahunnya.

Namun seiring dengan mulai membaiknya perekonomian nasional yang pada saat itu disokong oleh kekuatan pasar domestik, maka sektor industri manufaktur di Indonesia kembali bergeliat hingga sekarang. Tercatat mulai tahun 2010, Indonesia kembali mengandalkan komoditas ekspor untuk mengembangkan perekonomian negara.

Meski sukses mengembalikan kejayaan dibidang ekspor, namun hingga saat ini bukan berarti jika negara tidak mengalami suatu kendala. Ada beberapa permasalahan yang hingga saat ini masih dalam proses pemecahan, diataranya adalah:

  1. Tingkat sumber daya manusia (SDM) di Indonesia masih kalah bersaing dengan negara lain, akibatnya hasil produktifitas dari industri manufaktur di Indonesia otomatis jauh tertinggal
  2. Industri manufaktur di Indonesia banyak yang mengalami kesulitan dalam hal pemasaran. Hal ini dikarenakan terbatasnya informasi pasar di luar negeri dan regulasi pemerintah terhadap masalah ini yang kurang mendukung bagi pemilik perusahaan.
  3. Kualitas produksi di Indonesia dinilai kurang bagus dan dianggap kurang bisa bersaing dengan produk yang dihasilkan oleh negara-negara lain.

Nah, demikianlah informasi mengenai perkembangan industri manufaktur di Indonesia yang bisa saya sampaikan dan untuk memantau perkembangannya secara up to date, anda bisa melihatnya langsung melalui situs BKPM.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan