keputihan

Penyebab Keputihan

Keputihan pada manusia merupakan hal yang cukup biasa terutama bagi kita para wanita. Umumnya wanita mengalami keputihan saat akan menstruasi, kelelahan atau pengaruh gen akibat banyaknya kandungan sisa buangan dari kelamin atau vagina yang terdiri atas sel-sel mati dari dinding rahim dan bakteri normal.

Keputihan normalnya berwarna bening serta tidak berbau atau berwarna terlalu pekat, banyak pula yang intensitasnya banyak pada perempuan tertentu, namun jangan khawatir karena itu merupakan hal yang normal asalkan keputihan tersebut tidak berbau, terlalu pekat atau disertai gejala lain yang menyakitkan baik disekitar vagina, dinding rahim mau pun di perut.

Penyebab keputihan secara ilmiah umumnya berasal dari kelenjar dalam alat kelamin atau dalam kasus pada wanita, vagina, dan serviks dimana terdapat bakteri dan sel-sel yang telah mati dimana keputihan normal justru akan berfungsi bagi berjalannya fungsi organ pada wanita yang akan menciptakan lapisan pelindung dari lendir yang berguna pada saat wanita itu akan menstruasi, hamil hingga melahirkan.

Namun, ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab keputihan menjadi tidak normal seperti pada umumnya yaitu keputihan yang disertai pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur dan bakteri pada tubuh yang disertai rasa nyeri. Berikut akan dijelaskan beberapa hal yang menyebabkan keputihan menjadi tidak normal pada wanita.

Penyebab Keputihan Menjadi Tidak Normal

1. Streptococcus Grup B

Istilah latin ini mungkin jarang sekali terdengar, namun bakteri yang satu ini cukup meresahkan bagi sebagian wanita karena umumnya semua wanita memiliki bakter SGB ini di dalam vagina. Wanita yang kurang beruntung ini biasanya mengalami keputihan yang disertai dengan bakteri SGB yang jahat pada saat buang air kecil. Berikut beberapa gejalanya:

  • Air kencing luluh bersama dengan keputihan yang ditumpangi bakteri SGB dan berwarna keruh seperti terjadi infeksi saluran kencing
  • Sensasi panas dan terbakar saat sedang buang air kecil
  • Keinginan untuk buang air kecil yang mendadak dan sering

Infeksi akibat bakteri streptococcus grup B ini memang tidak akan menular pada calon bayi bagi ibu hamil, namun tentu mengurangi semangat dan daya tahan wanita untuk beraktivitas sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam dan akan diberikan antibiotic.

2. Trikomoniasis

Gejala keputihan tidak biasa ini bisa jadi merupakan tanda awal kelahiran premature bagi ibu hamil apabila keputihan yang anda alami disertai gejala-gejala berikut:

  • Nyeri pada saat terjadi keputihan
  • Keputihan bertekstur sangat cair
  • Keputihan disertai warna kuning, hijau atau cokelat muda hingga keluarnya darah dan berbusa
  • Keputihan berbau tidak sedap

Apabila anda yang sedang hamil mengalami gejala ini di usia kehamilan di bawah 37 minggu, hal tersebut sangat mungkin gejala premature, namun apabila gejala masih dini anda dapat menemui dokter kandungan untuk diberikan penanganan cepat menggunakan antibiotic guna membunuh bakteri yang tertular ketika sedang melakukan hubungan seksual.

3. Vaginosis Bakterialis

Setiap orang pastilah memiliki bakteri di dalam tubuhnya dan biasanya tidak berbahaya, seperti pada wanita terdapat bakteri streptococcus grup B dan vaginosis bakterialis di dalam vagina. Namun, produksi berlebih dari bakteri-bakteri ini terutama bakteri vaginosis bakterialis akan menyebabkan gangguan terutama pada kehamilan yaitu kelahiran premature dimana infeksi dari bakteri jenis ini muncul beserta keputihan.

Gejala-gejala infeksi bakteri Vaginosis Bakterialis:

  • Keputihan tidak berwarna bening seperti umumnya namun bercampur warna abu-abu
  • Sensasi nyeri saat sedang buang air kecil
  • Rasa gatal tak terhankan di sekitar vagina
  • Rasa nyeri di sekitar panggul

Gejala penyakit ini mungkin tidak terus menerus dirasakan bahkan dapat hilang suatu saat. Namun alangkah baiknya demi menghindari hal yang tidak diinginkan pada kehamilan anda, temuilah dokter kandungan untuk mendapatkan antibiotic guna membunuh bakteri yang berlebihan ini.

4. Infeksi akibat jamur

Keputihan memang muncul akibat meningkatnya kadar hormone esterogen dan progesterone pada wanita, namun hal tersebut juga tidak luput dari meningkatnya jamur yang tumbuh disekitar vagina dengan nama Candida dan akan menimbulkan infeksi. Berikut beberapa gejala pertumbuhan jamur Candida di sekitar vagina:

  • Seperti yang diwaspadai, infeksi jamur ini akan membuat keputihan berbau dan berwarna lebih pekat dari seharusnya yang berwarna bening
  • Alat kelamin sedikit membengkak dan memerah
  • Ada rasa gatal dan nyeri di sekitar vagina
  • Terdapat sensasi panas seperti terbakar saat akan buang air kecil
  • Sakit tidak biasa saat berhubungan seksual

Infeksi jamur ini memang tidak fatal namun menyakitkan. Jamur Candida dapat di atasi dengan berkonsultasi ke dokter khusus kelamin dan biasanya akan diberi obat-obatan anti jamur atau salep.

Tips Mencegah Keputihan Menjadi Tidak Normal

Keputihan memang hal yang wajar, namun terkadang gaya hidup membuat kita lupa akan sesuatu yang normal tersebut dan justru membuatnya menjadi abnormal yang dapat mengancam diri mau pun calon bayi dalam kandungan bagi para ibu hamil. Berikut beberapa tips mencegah keputihan menjadi abnormal yang dapat dijadikan panduan menghindari kemungkinan terburuk:

  1. Kurangi penggunaan celana yang ketat terutama jins dan yang berbahan nilon
  2. Rutin mengganti pakaian olahraga dan renang setelah melakukan aktivitas-aktivitas tersebut untuk mengindari pertumbuhan jamur dan bakteri
  3. Setelah buang air besar atau kecil, pastikan anda membasuh dari arah depan agar bakteri dari anus tidak berpindah ke alat kelamin
  4. Rajin meminum air minimal 8 gelas per hari guna membantu tubuh membasmi racun dan bakteri dari dalam tubuh
  5. Apabila merasa intensitas keputihan lebih banyak dari wanita lain, sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan celana dalam saat tidur untuk menghindari kemungkinan infeksi menyebar
  6. Bagi yang tidak terbiasa tidur tanpa celana dalam, anda dapat mengganti celana dalam dengan yang terbuat dari bahan katun guna mencegah perkembangbiakan bakteri dan mengurangi kelembapan di sekitar kelamin
  7. Tidak menahan rasa ingin buang air kecil
  8. Selalu menggunakan kondom saat ingin berhubungan seksual meskipun sedang hamil guna meminimalisir tertularnya bakteri trikomoniasis
  9. Dilarang menggunakan pengharum untuk vagina karena justru akan meningkatan perkembangbiakan jamur dan bakteri serta dapat menutup jalur sirkulasi ke vagina yang akan memicu komplikasi
  10. Mengurangi penggunaan sabun, pembalut, pantyliner dna tisu yang berbau menyengat karena guna menjaga kebersihan kelamin
  11. Perbanyak konsumsi biji-bijian dan karbohidrat kompleks untuk menciptakan lingkungan sekitar kelamin yang sehat

Penyebab keputihan pada wanita memang berasal dari faktor natural akibat sisa cairan dalam alat kelamin atau vagina yang berisikan sel-sel dan bakteri yang telah mati atau pun hasil dari hormone esterogen dan progresteron yang berlebihan dalam tubuh sehingga perlu dikerluarkan dimana hal tesebut adalah normal bahkan dapat membangun benteng perlindungan dari lendir terutama pada saat hamil.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan