Cara Budidaya Vanili Hidroponik

Vanili sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan minuman. Namun tak jarang pula ditambahkan sebagai esense parfum pada kosmetik. Budidaya tanaman Vanili sebenarnya memiliki prospek yang cerah dan layak untuk dicoba oleh para petani yang ingin meningkatkan perekonomiannya.

Umumnya, tanaman Vanili tumbuh subur di daerah yang beriklim tropis dengan ketinggian antara 300 – 800 m dpl. Pertumbuhannya akan semakin baik jika ditanam di tanah yang gembur dan ringan seperti halnya tanah lempung berpasir atau tanah lempung berpasir kerikil yang memiliki pH tanah berkisar 5,7 – 7, serta mudah menyerap air.

Namun tidak menutup kemungkinan untuk dibudidayakan secara hidroponik. Selain lebih praktis, media tanam hidroponik cukup efisien. Para pegiat agribisnis dapat melakukan inovasi ini mengingat semakin tingginya permintaan pasar terhadap tumbuhan vanili tersebut. Memang, hidroponik membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun jika hasil panen melimpah cukup worth it  bukan?

Pembudidayaan vanili secara hidroponik hanya berlaku ketika proses pembibitan, yaitu ketika penyemaian bibit vanili. Hal ini karena sifat tanaman yang membutuhkan media tanah yang gembur dan cenderung berpasir. Terlebih tanaman vanili cenderung tumbuh membesar dan tidak memungkinkan tanaman berada pada pipa media tanam hidroponik.

Langkah-Langkah Cara Budidaya Vanili Hidroponik

  1. Siapkan Lahan

Jika anda tidak memiliki lahan yang luas, tidak perlu berkecil hati. Anda bisa memanfaatkan lahan yang anda miliki untuk menanam bibit Vanili. Namun pastikan tanah pada lahan anda berkarakter gembur. Dalam proses persiapan lahan vanili, yang perlu anda siapkan pertama kali adalah lahan dengan di tanami tanaman pelindung. Kenapa begitu? Karena vanili adalah jenis tanaman yang tumbuh merambat dan tidak bisa berdiri tegak.

  1. Pembibitan

Pada proses inilah konsep hidroponik dapat diterapkan. Sambil menunggu lahan siap untuk ditanami vanili, anda siapkan dulu bibitnya. Bibit Vanili dapat anda peroleh salah satunya dengan bibit generatif, yaitu bibit yang berasal langsung dari biji buah vanili. Ciri-ciri bibit generatif yang baik adalah tulen, artinya bibit memiliki sifat yang hampir sama dengan induknya, kemudian bibit tidak tercampur dengan yang kualitas jelek dan berada dalam kondisi segar dan sehat.

Setelah bibit sudah anda peroleh, langkah selanjutnya adalah penyemaian. Penyemaian yang dilakukan dengan media hidroponik agar akar mudah tumbuh, dan tempat penyemaian harus teduh. Kemudian pemeliharaan dari pembibitan itu dapat anda lakukan dengan penggantian air pada pipa hidroponik setiap hari.

Singkirkanlah bibit-bibit yang jelek. Lalu lakukan pemindahan bibit ke lahan tanam, setiap jenis bibit memiliki perbedaan, jika bibit biji telah tumbuh minimal 10 cm baru di pindahkan ke lahan tanam yang tentunya memiliki tanah yang cenderung gembur.

  1. Pemeliharaan

Setelah pemindahan bibit ke media tanam dilakukan, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman vanili. Lakukanlah penyiangan gulma secara berkala paling tidak sebulan sekali sesudah penanaman. Tujuannya untuk membersihkan gulma atau rumput liar yang mengganggu pertumbuhan vanili. Adapun cara pemeliharaan yang dapat anda lakukan adalah:

  • Lakukan penggemburan tanah dengan tujuan untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur agar air mudah terserap.
  • Lakukan pemangkasan batang vanili
  • Lakukan pemupukan. Tebar pupuk di sekitar pohon lalu timbun dengan tanah.
  • Penyiraman secukupnya dan terjadwal. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah
  • Jsngan lupa pagari tempat menjalarnya tanaman Vanili dengan bambu yang di ikatkan pada pohon yang satu dengan yang lain. Dengan begitu perambatan tumbuhan vanili menjadi teratur.
  • Pengendalian hama dan penyakit. Salah satunya dengan penyemprotsn cairan pestisida dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan.

Artikel ini ditulis oleh Gladie Anggriawan (TaniMuda)


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan