Cara Pemeliharaan Tanaman Hias Caladium

Tanaman Caladium atau yang lebih dikenal dengan nama Keladi, merupakan tumbuhan yang berasal dari Brazil namun sudah tersebar di seluruh dunia. Tanaman monokotil ini memiliki ciri khas, yaitu daunnya berbentuk seperti simbol hati dan licin karena mengandung lapisan lilin. Tanaman dengan nama latin Caladium bicolor ini, biasa digunakan sebagai tanaman hias untuk estetika taman, kebun, maupun ruangan.

Tanaman hias caladium memiliki ukuran daun yang tidak pernah lebih dari satu meter. Tanaman ini menarik karena ia akan menampilkan warna – warna pada musim tertentu. Warnanya antara lain adalah kombinasi merah, oranye, putih, perak, dan hijau. Pada musim kemarau, tanaman caladium ini akan mengalami masa istirahat selama kurang lebih lima bulan, masa istirahat tersebut ditandai dengan warna tanaman yang hilang.

Sama dengan merawat tanaman hias lainnya, merawat caladium ini sebenarnya mudah apabila anda mengerti dengan betul karakteristiknya. Caladium merupakan tanaman yang sangat mudah tumbuh dan memiliki daya tahan hidup yang tinggi di berbagai keadaan. Keadaan yang paling disukai caladium adalah daerah tropis dengan kelembaban suhu tinggi.

Perlu anda ketahui bahwa caladium dapat memasuki fase dorman. Fase tersebut adalah fase dimana tanaman akan berhenti tumbuh karena keadaannya tidak mendukung pertumbuhannya. Contohnya adalah pada daerah yang kekurangan air dan bersuhu dingin. Maka, pastikan tanah tetap lembab, tidak tergenang air, dan bersuhu hangat.

Selain mengetahui karakteristiknya, kita tentu perlu mengetahui bagaimana cara menanam dan memelihara caladium dengan baik dan benar. Hal ini diperlukan untuk menghindari kemungkinan tanaman hias anda mengalami fase dorman. Maka berikut ini adalah beberapa hal yang harus anda ketahui mengenai cara pemeliharaan caladium:

1. Media Penanaman

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa caladium mudah sekali tumbuh dimana saja. Namun untuk hasil yang maksimal, media penanaman canadium lebih baik merupakan media yang berporous, cukup untuk menahan air, sistem drainase baik, dan kadar pH sekitar 5.5 hingga 6.5.

Apabila kadar pH kurang dari 5, pertumbuhan caladium akan terganggu, ciri -cirinya adalah warna daun menjadi lebih gelap dari biasanya. Untuk mengatur kadar pH, anda dapat memanfaatkan dolomit. Dolomit akan menyediakan kalsium (Ca), magnesium (Mg), serta Sulfur (S) yang akan mengatur keasaman sehingga penyerapan nutrisi menjadi baik dan mengurangi kemungkinan keracunan besi.

2. Pengairan Tanaman

Pengairan pada tanaman caladium harus sangat diperhatikan. Pastikan tanaman tetap lembab namun jangan sampai tergenang air. Apabila tanaman kekurangan air, tanaman dapat mencapai fase dorman dan akan lama sekali untuk menunggunya kembali ke keadaan awal dan tumbuh dengan baik. Apabila sudah terlanjur masuk fase dorman, anda dapat memanfaatkannya dengan menggali umbinya.

3. Sinar Matahari

Tanaman hias ini sebenarnya tidak cocok bila terkena matahari langsung. Ada beberapa tumbuhan yang tidak dapat tumbuh secara optimal bila terkena  matahari langsung, contohnya candidum, lord derby, dan sebaliknya. Dan ada pula tanaman yang membutuhkan sinar matahari lebih untuk hasil yang optimum. Untuk canadium, lebih baik anda menanamnya di pot dan disimpan di teras rumah, atau di bawah pohon yang cukup menaungi.

4. Kelembaban

Canadium merupakan tanaman yang menyukai kelembaban tinggi. Dengan kelembaban yang tinggi, pertumbuhan akan cepat dan warna daunnya akan keluar semakin cantik. Maka, pastikan tanaman tetap dalam kelembaban yang tinggi, namun jangan sampai tergenang oleh air. Hal tersebut dapat membuat caladium mengandung terlalu banyak air dan tidak dapat tumbuh dengan optimal.

5. Nutrisi

Nutrisi yang dibutuhkan oleh caladium tidak terlalu banyak. Anda dapat menggunakan pupuk kompos atau pupuk kendang. Bila anda menggunakan pupuk kimia, gunakan 6-6-6 atayu 8-8-8 sesuai dengan cara penggunaan. Terlalu banyak nutrisi akan membuat tanaman kelebhan klorofil yang akan mengganggu pewarnaan daun dan membunuh tanaman hias ini.

ditulis oleh Gladie Anggriawan (TaniMuda)


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan