Proses Pembuatan Beton Bertulang

Please log in or register to like posts.

Dibandingkan rumah tingkat 1, konstruksi cor beton bertulang pada bangunan bertingkat masih lebih rumit. Dalam pengerjaannya memerlukan ketelitian dan ketepatan ekstra dengan metode kerja yang terbaik.

Hal ini bertujuan untuk menghasilkan kolom beton dengan kualitas terbaik dan terbagus namun dengan biaya yang paling murah. Pada bangunan rumah biasa, pembuatan kolom beton terbilang mudah dan praktis.

Prosesnya cukup membeli besi rangkaian kolom praktis di toko bangunan, kemudian pasang menggunakan beskisting dinding batu bata. Pasang secara langsung ditambah papan kayu lalu proses pengecoran kolom praktis dapat dilakukan hingga selesai.

Namun pada pembuatan kolom beton pada bangunan bertingkat prosesnya jauh lebih susah, kurang lebih proses pembuatan beton bertulang pada gedung bertingkat adalah sebagai berikut :

Proses pembuatan kolom beton bertulang

  1. Pada tahap perencanaan kita buat gambar desain bangunan untuk menggambarkan bentuk konstruksinya dan menentukan letak kolom struktur
  2. Selanjutnya adalah proses perhitungan struktur bangunan, perhitungan ini bertujuan mendapatkan dimensi kolom dan bahan bangunan yang kuat agar bangunan aman untuk digunakan namun tetap memiliki nilai ekonomis
  3. Kemudian melakukan pengukuran guna menetapkan posisi kolom bangunan, hal ini harus dilakukan sesuai dengan gambar sketsa bangunan yang telah dibuat. Terlebih lagi pada bangunan gedung bertingkat tinggi, kesalahan 1 cm saja sudah cukup untuk menjadi kesalahan fatal yang berakibat meruntuhkan bangunan tersebut
  4. Menghitung kebutuhan besi baik untuk tulangan maupun dalam bentuk potongan besi yang yang diperlukan atau sering disebut dengan bestek besi
  5. Merangkai potongan besi sesuai dengan bentuk kolom yang telah direncanakan
  6. Pasang rangkaian besi tulangan yang sudah dibuat tadi pada lokasi kolom sesuai dengan perencanaan
  7. Membuat bekisting / cetakan yang bisa terbuat dari kayu, plat alumunium atau media lain. Bahan apapun itu yang terpenting adalah mampu menahan saat proses pekerjaan pengecoran beton berlangsung
  8. Memasang bekisting hingga membungkus besi tulangan
  9. Melakukan pengecekan posisi bekisting. Pengecekan ini berguna untuk menentukan apakah posisinya sudah sesuai dengan ukuran yang direncanakan dan apakah sudah benar – benar tegak
  10. Menghitung kebutuhan beton yang diperlukan dalam bangunan bertingkat yang akan dibangun
  11. Membuat adukan beton, selain itu Anda juga dapat memesannya dengan kualitas yang telah diperhitungkan pada proses perencanaan. Sebagai contohnya apakah akan menggunakan mutu beton K-250, K-300, K-400 dan seterusnya
  12. Melakukan pekerjaan pengecoran kolom, penentuan tinggi cor bisa dilakukan dengan berpedoman pada ukuran bekisting atau mengukur sisa cor dari ujung atas bekisting
  13. Tunggu hingga beton tadi mengeras, kemudian untuk memastikan kekuatan beton dapat dilakukan pengukuran kekuatan beton bertulang menggunakan Alat Uji NDT yang dapat mengukur kekerasan beton tersebut
  14. Apabila semua dilakukan sesuai dengan rencana maka kekerasan beton tersebut sesuai dengan yang telah direncanakan

Tentu untuk membuat bangunan yang kuat dan aman membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak seperti konsultan perencana, kontraktor, konsultan pengawas maupun pemilik gedung secara langsung untuk mengecek secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan bangunan dibangun sesuai dengan rencana dan meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi.

Tinggalkan Balasan