Definisi dan Pengertian Pemilu beserta Asasnya

Please log in or register to like posts.

Sebagai negara yang menganut sistem Demokrasi, maka di Indonesia Pemilu atau Pemilihan Umum adalah sebuah even yang tidak asing lagi bagi kita semua. Dan untuk tahun 2018 ini, di Indonesia sendiri akan digelar pilkada serentak untuk memilih pemimpin daerah, mulai dari Gubernur, Walikota dan juga Bupati.

Mungkin sebagian dari kita sudah sering mengikuti Pemilu yang diselenggarakan di negara kita, barangkali sudah beberapa kali. Meskipun sudah pernah melakukannya, namun belum tentu kita memahami dengan benar apa itu Pemilu. Kita sebenarnya sudah melakukannya dan memahami pengertian Pemilihan Umum, namun ketika ada yang bertanya apa itu definisi dan pengertian Pemilu, kadang kita bisa bingung sendiri. Nah, jika kamu termasuk yang seperti ini, tidak ada salahnya jika kamu membaca sedikit penjelasan mengenai pengertian Pemilu di bawah ini.

Pengertian Pemilu

Pengertian Pemilu secara umum adalah sebagai salah satu cara dalam sistem demokrasi yang berfungsi untuk memilih wakil rakyat yang nantinya akan duduk di lembaga perwakilan rakyat. Selain itu Pemilu juga merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak asasi manusia di bidang politik bagi wetiap warga negara.

Pengertian Pemilu menurut Wikipedia adalah proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan politik ini bisa bermacam-macam, bisa Presiden, wakil yakyat di berbagai tingkat pemerintahan dan bahkan sampai kepala desa.

Pengertian Pemilu Menurut Para Ahli

Selain pengertian Pemilu seperti yang di atas, ada lagi beberapa pengertian pemilu yang disampaikan oleh para ahli. Di bawah ini adalah beberapa ahli yang memberikan ulasannya mengenai pengertian Pemilihan Umum.

  1. Menurut Ali Moertopo, Pemilu adalah sarana yang tersedia bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya sesuai dengan azas yang bermaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
  2. Menurut Suryo Untoro, Pemilu adalah suatu pemilihan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih untuk memilih wakil-wakilnya yang duduk dalam badan perwakilan rakyat.

Asas Pemilu

Asas Pemilihan Umum di Indonesia sejak masa orde baru sampai saat ini adalah menganut asas LUBER atau Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia. Kemudian pada masa Reformasi, asas ini kemudian disempurnakan dengan tambahan JURDIL atau Jujur Adil. Lalu apa penjelasan dari masing-masing dari Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil tersebut, simak di bawah ini.

1. Langsung

Asas langsung artinya adalah bahwa dalam setiap menjalankan haknya dalam pemilu, pemilih memberikan secara langsung hak pilihnya, tidak boleh diwakilkan oleh siapapun.

2. Umum

Asas Umum memiliki arti bahwa Pemilu ini boleh diikuti oleh seluruh warga negara Indonesia yang sudah memnuhi syarat untuk menggunakan suaranya.

3. Bebas

Bebas artinya bahwa setiap pemilih dalam menyalurkan hak pilihnya tidak dalam tekanan atau paksaan dari pihak manapun atau oleh siapapun.

4. Rahasia

Rahasia artinya adalah dalam setiap pemilihan umum, suara yang diberikan oleh pemilih sifatnya adalah rahasia tidak boleh diketahui oleh orang lain kecuali pemilih itu sendiri.

5. Jujur

Jujur artinya adalah bahwa dalam setiap pemilu harus dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada. Ini digunakan untuk memastikan bahwa setiap warga negara sudah memiliki hak pilih dengan nilai yang sama setiap suara untuk memilih wakilnya.

6. Adil

Adil artinya adalah bahwa setiap peserta pemilu dan pemilih mendapatkan perlakuan yang sama. Tidak boleh ada pengistimewaan ataupun diskriminasi pada pemilih maupun peserta pemilu tertentu.

Di Indonesia sendiri sudah melangsungkan pemilihan umum sebanyak 11 kali. Di mulai dari pemilu pertama Indonesia yang dilangsungkan pada tahun 1955 atau sering disebut sebagai Pemilu 1955 sampai pada pemilu 2014 kemarin. Dalam sejarahnya, banyak ahli sejarah menyebutkan bahwa pemilu 1955 merupakan pemilu yang paling demokratis.

Tinggalkan Balasan