Jual beli tanah dan bangunan

Tanah dan bangunan merupakan jenis benda tidak bergerak, maka proses jual beli yang mengiringinya berbeda dengan proses jual beli benda bergerak (kendaraan, handphone, komputer, dll). Proses jual beli benda bergerak bisa dilakukan secara tunai dan seketika maupun secara kredit yang hanya menggunakan bukti pembayaran berupa kwitansi ataupun tidak menggunakan bukti pembayaran. Hal ini berbeda dengan jual-beli tanah dan bangunan yang memerlukan saksi dan juga akta otentik.

Akta otentik adalah akta yang dibuat oleh dan/atau dihadapan pejabat umum yang berwenang. Dalam jual beli tanah dan bangunan, akta tersebut dibuat oleh Notaries/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Jual beli tanah dan bangunan yang dilakukan dengan perjanjian dibawah tangan diantara penjual dan pembeli tidaklah sah, dalam arti tidak menyebabkan beralihnya tanah dan bangunan tersebut dari penjual kepada pembeli (meskipun pembeli telah membayar lunas harganya). Jual beli tanah dan bangunan harus dilakukan dengan Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat oleh Notaris/PPAT dan ditandatangani oleh Penjual dan Pembeli dan biasanya disaksikan oleh 2 orang saksi.

Baca Lanjut