Zuhud


Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasul, tunjukkan kepadaku amalan, jika aku laksanakan Allah Swt mencintaiku begitu juga manusia.” Kemudian Rasulullah menjawab: “Berzuhudlah kalian dalam kehidupan dunia, maka Allah akan cinta kepadamu. Dan berzuhudlah kamu dalam apa yang dimiliki dan dicita-citakan manusia maka seluruh manusia akan mencintaimu.”

Zuhud adalah sikap meninggalkan perkara yang jelas halalnya karena khawatir terhalangnya ibadah kepada kepada Allah Swt. Istilah lain, yang lebih rendah derajatnya dari zuhud adalah wara’. Wara’ artinya meninggalkan perkara yang syubhat (tidak jelas halal haramnya). Orang berzuhud balasannya luar biasa. Allah Swt akan memberikan cinta-Nya kepada kita. Kalau Allah Swt sudah memberikan cinta-Nya, maka rahmat Allah akan menyertai kita. Rahmat Allah akan memayungi segenap kehidupan kita, sehingga kehidupan kita menjadi tentram, dijauhkan dari petaka dan bala. Orang berzuhud akan dimudahkan segala urusannya. Oleh karena itu, berlakulah zuhud, supaya kita meraih cinta-Nya, dan kehidupan kita akan senantiasa dinaungi oleh rahmat-Nya. Tetapi ada sementara pendapat di kalangan masyarakat bahwa yang disebut zuhud itu adalah berpenampilan sangat sederhana. Gembel. Ini tidaklah benar. Sebab indikasi zuhud tidak terletak pada penampilan.

Baca Lanjut