Jengkol dikenal masyarakat luas mempunyai aroma yang khas yang aduhai tak terlupakan. Dibalik aromanya yang khas ternyata Jengkol bisa dipakai sebagai bahan dasar pestisida organik yang ramah lingkungan. Sangatlah rasional bila jengkol menjadi pestisida yang fungsinya mengusir hama yang ada dan menolak hama yang mau datang karena aromanya. Jadi bukan hanya kita saja yang ga kerasan sama bau jengkol, hama pun akan menjauh jika bau aroma jengkol.

Pestisida jengkol bisa dikatakan baru keberadaannya dimana jengkol sebagai bahan dasar pembuatan insektisida organikĀ  yang bersifat alami dan ramah lingkungan. Insektisida ini mudah dibuat dan bahan-bahannyapun juga mudah untuk didapatkan,

Apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat insektisida dari jengkol ?

insektisida ini terbuat dari bahan-bahan alami yaitu; jengkol, cabai merah, dan urine binatang ternak ( Sapi, Kambing ataupun Kelinci )

Cara membuat insektisida ini tidaklah terlalu sulit dan juga tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal jika dibandingkan dengan biaya pembelian insektisida anorganik. Memang dadi segi praktis dan instannya insektisida ini kalah dengan insektisida buatan pabrik. Padahal kalo kita tahu buatan pabrik wau kadar kimianya sangat tinggi diman itu jelas tidak ramah dengan lingkungan.

Apa saja kandungan Insektisida buatan pabrik ?

Kandungannya antara lain :

  1. hidrokarbon berkhlor
  2. atom oxygen ikatan c-cl
  3. benzene hexachlorida
  4. senyawa siklodin
  5. monokotrofos dan lain-sebagainya

Penggunaan Insektisida buatan pabrik jelas lebih tinggi resikonya dibanding dengan buatan sendiri yang organik. dimana insektisida anorganik sangat membahayakan kesehatan manusia dan bahkan dapat menimbulkan kematian.

Apa kandungan dan manfaat dari jengkol ?

Jengkol mengandung asam jengkolat (jencolid acid). Asam jengkolat memiliki struktur molekul yang menyerupai asam amino sistem unsur sulfur dan molekul tersebut terdapat dalam bentuk bebas dan sukar larut dalam air, sehingga dalam jumlah tertentu asam jengkolat dapat membentuk Kristal. Asam amino kaya akan unsur nitrogen dan unsur sulfur yang akan diubah menjadi gas amoniak (NH?) dan hydrogen silfida (H2S), sehingga cukup efektif dalam memberantas hama dan penyakit parasitic. Insektisida jengkol mengandung unsur hara yang cukup tinggi karena mengandung nitrogen dan mengandung urea yang berasal dari urine binatang ternak yaitu sapi, kambing, kerbau, kuda, kelinci dan lain-lain.

Dari hasil penelitian, dalam urine kambing terdapat nitrogen 36% dan urea 47%, artinya 2,5 liter urine kambing setara dengan 2kg pupuk urea. Urine binatang ternak juga banyak mengandung senyawa antara lain adalah air, natrium, klorin, kalium, fosfat, sulfat, ammonia, dan kretinin. Untuk natrium hingga ammonia merupakan senyawa garam ionic, baik dalam bentuk Kristal padatan yang mengendap maupun yang larut dalam air. Cabai yang digunakan sebagai campuran pestisida organic adalah cabai rawit besar dan cabai merah besar yang sudah dikeringkan karena mengandung senyawa yang lebih tinggi. Dalam cabai mengandung kalori, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan air yang dapat membantu kesuburan tanaman dan menambah unsure hara lahan pertanian. Di dalam biji cabai juga mengandung solamine, solamidine, solamargine, steroid, antibiotic, dan capsaicin. Rasa pedas pada cabai disebabkan oleh zat yang bernama capsaicin (capsaicin oil), capsaicin tertinggi terdapat pada bagian urat putih tempat melekatnya biji karena disitulah tempat diproduksinya capsaicin.

Insektisida jengkol ini memiliki fungsi ganda yaitu selain sebagai pestisida pembasmi hama, juga dapat berfungsi sebagai pupuk yang dapat membantu kesuburan tanaman. Insektisida ini baunya sangat tajam sekali karena berasal dari urine dan jengkol yang terkenal bau, sehingga mampu membuat hama menjadi kabur dan mati. Dengan menggunakan insektisida jengkol ini maka tidak perlu lagi membeli insektisida anorganik buatan pabrik agar pendapatan para petani dapat meningkat karena modal bisa ditekan.

Pertanian tanaman pangan dan holtikultura dengan sistem organik tidak saja dapat menekan modal, tetapi produksi dan produktivitasnya juga meningkat. Bahkan nilai jualnyapun lebih tinggi daripada menggunakan bahan kimia. Pada sayuran jenis wortel misalnya, kandungan nutrisi 1 kg wortel organic sama dengan kandungan nutrisi 3 kg wortel yang bukan organic dan tentu lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Bila petani menggunakan pupuk anorganik dan insektisida kimiawi terus-menerus, mikroorganisme sebagai pengolah tanah akan habis dan di saat musim kemarau tanah menjadi keras serta pecah-pecah. Berbeda jika menggunakan pupuk dan insektisida organic, miokroorganisme terus tersedia dalam tanah sehingga tanah pertanian tetap gembur.

Cara pembuatan pestisida jencolid ini adalah:

1. Menyiapkan alat dan bahan

  • Alat-alat yang dipergunakan adalah : ember berdiameter 50cm, 2 ember berdiameter 25cm, gayung, kain penyaring, tanki penyemprot.
  • Bahan-bahan yang dipergunakan adalah : 1kg jengkol, 1kg cabai merah, 5 liter urine hewan ternak, dan air 10 liter.

2. Cara pembuatan

  • Jengkol dan cabai merah ditumbuk halus, kemudian dimasukkan dalam ember yang berisi 10 liter air. Tutup rapat hingga 14 hari – Urine hewan ternak dimasukkan dalam ember dan diendapkan selama 14 hari. Urine tersebut dipisah dari larutan jengkol dan cabai merah.
  • Setelah 14 hari kedua larutan tersebut disaring menggunakan kain, kemudian dicampur menjadi satu dan pesrtisida jencolid ini sudah siap untuk digunakan. Cara pemakainnya menggunakan tanki disemprotkan pada tanaman yanag terserang hama dan penyakit.

Ada Pestisida organik lain yang telah saya tulis yaitu :

  • Pestisida organik berbahan dasar tembakau dan
  • Pestisida sekaligus pupuk organik yang berbahan dasar urin binatang ternak

Selamat mencoba dan sukses untuk anda…