Pengertian Bokhasi

Apa itu Bokashi ?

Bokashi adalah pupuk kompos yang dibuat dengan proses peragian bahan organik dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisms 4) atau disebut dengan hasil proses fermentasi pupuknya dinamakan pupuk em 4. Keunggulan penggunaan teknologi EM4 adalah pupuk organik dapat dihasilkan dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional.

EM4 (Effective Microorganisms 4) itu mengandung ragi, bakteri fotosintetik, jamur pengurai selulosa Azotobacter sp.dan Lactobacillus sp. Bahan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan bokashi dapat diperoleh dengan mudah di sekitar lahan pertanian, seperti jerami, sekam (kulit padi), rumput, sisa tanaman kacang kacangan, serbuk gergajian ataupun pupuk kandang. Tetapi perlu diketahui bahan yang paling baik digunakan sebagai bahan pokok pembuatan bokashi adalah dedak ( bekatul )karena kandungan zat gizinya sangat baik untuk mikro-organisme.

Langkah langkah Pembuatan Bokashi

Bahan pembuatan bokashi yaitu (jerami, sekam (kulit padi), rumput, sisa tanaman kacang kacangan, serbuk gergajian ataupun pupuk kandang) dapat digunakan ketika sudah kering ataupun masih basah (segar). Ada beberapa jenis bokashi antara lain :

Bokashi Jerami

Bahan yang digunakan bokashi jerami :

  1. Jerami sebanyak 10 kg yang telah dirajang sehingga jerami berukuran panjang sekitar 5-10 cm. Jerami bisa juga diganti dengan rumput-rumputan, tanaman kacang-kacangan dan sebagainya.
  2. Dedak sebanyak 1/2 kg
  3. Sekam (kulit padi) sebanyak 10 kg.
  4. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml).
  5. Molases atau gula pasir sebanyak dua sendok makan (10 ml)
  6. Air secukupnya.

Cara pembuatan bokashi jerami :

  1. Kita buat larutan dari EM4, molasses/ gula dan air dengan perbandingan

1 ml : 1 ml : 1 liter air.

  1. Bahan jerami, sekam dan dedak dicampur sampai merata di lantai yang kering.
  2. Selanjutnya bahan tersebut disiram larutan EM4 secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan. Adonan yang terbentuk jika dikepal dengan tangan, maka tidak ada air yang keluar dari adonan. Begitu juga bila kepalan dilepaskan maka adonan kembali mengembang (kandungan air sekitar 30%).
  3. Adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm. Gundukan selanjutnya ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari. Selama dalam proses, suhu bahan pupuk dipertahankan antara 40-50 o C. Jika suhu bahan melebihi 50 o C, maka karung penutup dibuka dan bahan adonan dibolak-balik kemudian selanjutnya gundukan ditutup kembali.
  4. Setelah empat hari penutup dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik. Ciri-cirinya behasil adalah bokashi akan ditumbuhi oleh jamur yang berwarna putih dan bau atau aromanya sedap. Sedangkan jika dihasilkan bokashi yang berbau busuk, maka pembuatan bokashi tersebut gagal.

Bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan. Jika bokashi ingin disimpan terlebih dahulu, maka bokashi harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara mengangin anginkan di atas lantai hingga kering. Setelah kering bokashi dapat dikemas di dalam kantung plastik.

Cara Penggunaan bokashi jerami :

Bokashi jerami sangat baik digunakan untuk melanjutkan proses pelapukan mulsa dan bahan organik lainnya di lahan pertanian. Bokashi jerami juga sesuai untuk diaplikasikan di lahan sawah.

Bokashi Pupuk Kandang

Bahan yang digunakan :

  1. Pupuk kandang sebanyak 15 kg.
  2. Sekam sebanyak 10 kg dan dedak sebanyak 0,5 kg.
  3. Molases atau gula sebanyak dua sendok makan (10 ml).
  4. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya.

Cara pembuatan Bokashi Pupuk Kandang:

Cara pembuatan bokashi pupuk kandang mirip dengan pembuatan bokashi jerami, hanya jerami digantikan dengan pupuk kandang.

Penggunaan Bokashi Pupuk Kandang:

Penggunaan bokashi pupuk kandang sama dengan penggunaan bokashi jerami. Selain itu bokashi pupuk kandang baik untuk digunakan di dalam pembibitan tanaman. Dalam hal tersebut bokashi pupuk kandang diaplikasikan dengan tanah pada perbandingan 1:1.

Selamat mencoba dan moga slalu sukses untuk anda.

Similiar Articles :